Hardware Development

Rentang Gaji: Rp4jt - Rp8jt

Tentang Karier

Ini dia info lengkap tentang karier impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

Merancang dan mengembangkan perangkat keras yang diperlukan untuk sistem otomasi, seperti sensor khusus, aktuator, dan perangkat elektronik lainnya.

Jabatan

Ini dia jabatan yang tersedia di karier ini. Kamu bisa memilih jabatan yang sesuai dengan minatmu.

Pengembangan Perangkat Keras (Hardware Development)

Rekomendasi Jurusan

Rekomendasi jurusan kuliah di Program Studi ini, lengkap dengan prospek karier untuk masa depanmu

Lihat Jurusan Lainnya

Rekomendasi Kampus

Temukan beragam kampus yang sesuai dengan karier ini.

university
Swasta
logo
Universitas Kristen Krida Wacana
Berdirinya UKRIDA merupakan prakarsa dari beberapa tokoh Kristen di Jakarta antara lain Prof. Dr. J.L.Ch. Abineno, Uripto Widjaja, Ny. dr. Pouw Houw Tjiang, Ny. J.M. Rumambi, dr. J. Suwarno, D. Sutedja, Swandjaja, Kol. dr. F. Pattiasina, dr. O. E. Engelen, Pdt. C. Suleeman, dan Pdt. Lukito Handoyo. Beliau-beliau tersebut terpanggil mewujudkan kesaksian dan pelayanan di bidang pendidikan tinggi, melalui gagasan mendirikan perguruan tinggi Kristen sebagai dukungan bagi pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia. Gagasan tersebut didukung sepenuhnya oleh Prof. Dr. Siwabessy (Menteri Kesehatan saat itu) dan Pdt. W.J. Rumambi (Menteri Penerangan saat itu), yang ditindaklanjuti dengan mengusulkan kepada Badan Pendidikan Kristen Jawa Barat (BPK Jabar) untuk mempelajarinya. BPK Jabar dengan sukacita menyambut gagasan tersebut, dan meneruskannya kepada Sinode GKI Jabar yang juga menyambut baik, serta mempersiapkan segala sesuatunya.Melalui sidangnya yang ke-23 pada 15 September 1965, Majelis Sinode GKI Jabar memutuskan untuk mendirikan Universitas Kristen Djaja yang disingkat UKRIDA dan menugaskan BPK Jabar untuk mengelolanya. Tetapi karena situasi politik di tanah air pada saat itu, keputusan sidang Sinode baru terlaksana pada 20 Januari 1967, dan UKRIDA mengawali langkahnya dengan tiga fakultas, yaitu Kedokteran Umum, Teknik (jurusan Elektro), dan Ekonomi (jurusan Ekonomi Perusahaan). Pendirian UKRIDA didasari oleh Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 202/DPT/I/1970.
university
Swasta
logo
Institut Teknologi Del
"Excellence starts here merupakan slogan dari IT Del yang mendasari dari semua program dari IT Del. IT Del akan memasuki masa menjadi Research Institute yaitu pusat unggulan yang akan dirasakan manfaatnya bagi kemajuan bangsa. Sebagai pusat keunggulan, IT Del akan dikenal secara Internasional khususnya di kawasan Asia Tenggara. Tentu melalui kontribusi dan produk yang dihasilkan bagi kehidupan. Untuk mejadi pusat keuanggulan tersebut, IT Del akan bertransformasi menjadi Research Institute yang tangguh dan produktif. IT Del memiliki pengalaman yang mumpuni pada 3 matra keilmuan yang dimiliki, yakni Informatika dan Elektro, Teknologi Industri, dan Bioteknologi.Sisi pendidikan yang berbasis penelitian akan berlangsung dengan mutu yang unggul. Untuk menjawab tantangan industri, model pembelajaran Teaching Factory memang akan diterapkan di setiap program studi di IT Del. Dengan model pembelajaran yang IT Del siapkan, diharapkan alumni akan semakin mampu bersaing di tingkat regional, baik yang bekerja di dunia industri maupun untuk studi lanjut. Kualitas Unggul pembelajaran dan lulusan menjadikan IT Del menjadi perguruan tinggi referensi pada bidangnya. Hal ini akan membuka dan mendatangkan jejaring dengan PT dan dosen baik Nasional maupun Internasional.Dalam penelitian IT Del menjadi Institusi yang berhasil dalam perindustrian inteligensinya. Indikator utama IT Del sebagai Research Institute yang baik adalah adanya berbagai pusat unggulan yang aktif dan produktif. Pusat unggulan juga akan menghasilkan berbagai paten dan output penelitian yang menyelesaikan masalah aktual masyarakat. IT Del diharapkan telah berhasil mengemban tugas pengelolaan Taman Sains Teknik Herbal dan Holtikultura (TSTH2) di Pollung, dimana Taman Sains akan menjadi laboratorium termutakhir sekaligus mendukung program teaching factory. IT Del juga merupakan kampus bagi kalangan artificial intelligence untuk menjadi penyedia artificial platform di Indonesia. Ini akan menjadi solusi-solusi cerdas bagi isu permasalahan bangsa ini. Dengan penerapan AI, IT Del juga menjadi penyedia data center bagi aplikasi-aplikasi tersebut. IT Del juga sedang aktif mengembangkan Ilmu Entrepreneurship.Seluruh Dosen dan Staf menjadi tim kerja yang bahagia, kompak, dedikatif, serta memiliki jiwa yang semangat dan memiliki karakter Del. Dengan semangat dan kerja keras yang didukung oleh Yayasan Del, Dewan Penyantun, Senat Akademik, Jejaring dan Mitra yang baik serta penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, IT Del akan dapat mewujudkan harapan-harapan yakni menjadi Center of Excellence dengan happiness dan sustainability."
university
Negeri
logo
Universitas Bengkulu
Universitas Bengkulu (UNIB) didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 17 tahun 1982 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Daud Yusuf. Pada saat yang sama dilantik Rektor UNIB pertama, Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo (UGM) untuk masa jabatan 19821986. Dr. Ir. Soekotjo (UGM), yang sebelumnya menjabat Pembantu Rektor I, memimpin UNIB untuk periode 19861990. Untuk periode 19901995 Dr. Ir. Nitza Arbi (UNAND) diberi kepercayaan memimpin UNIB. Tahun 1995 sampai dengan 2005 jabatan Rektor UNIB dipegang oleh Prof. Dr. H Zulkifli Husin, S.E, M.Sc. (UNSYIAH). Sejak 2005 sampai dengan 2013 Rektor UNIB dijabat oleh Prof. Ir. Zainal Muktamar, Msc., Ph.D. Rektor ke6 Unib dipimpin oleh Dr. Ridwan Nurazi, S.E.,M.Sc., Ak dengan masa jabatan 20132017 dan 20172021. Pada tanggal 5 Oktober 2021, Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E., M.Sc. dilantik sebagai Rektor ke7 Universitas Bengkulu. Keberadaan UNIB merupakan wujud nyata dari perjuangan yang tak kenal menyerah dari Gubernur Soeprapto yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat, tokoh adat, Pemda Tk. I Bengkulu, dan perguruan tinggi swasta bernama Universitas Semarak Bengkulu (UNSEB). Dukungan universitas ini diwujudkan dalam bentuk penyerahan mahasiswa UNSEB sebagai cikal bakal UNIB beserta lahan Kampus seluas 24,9 Ha di Desa Beringin Raya Bengkulu. Kendala utama yang dihadapi pada saat proses pendirian UNIB berdasarkan hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Universitas Sriwijaya di antaranya yaitu tidak tersedianya tenaga edukatif, sehingga pada waktu itu disimpulkan bahwa di Bengkulu belum layak didirikan sebuah universitas negeri. Kendala tersebut akhirnya dapat diatasi setelah Gubernur Soeprato menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas petunjuk Presiden Soeharto. Realisasi dari hasil kerjasama tersebut dikirimlah beberapa tenaga edukatif dari UGM antara lain Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo, Dr. Ir. Soekotjo, Drs. Sutarto, Ir. Supratoyo dan H. Hidjazi, S.H. untuk diperbantukan di UNIB baik sebagai pejabat struktural maupun sebagai tenaga edukatif. Mereka melakukan rekruitmen tenaga edukatif dari beberapa universitas di Jawa dan Sumatera.
Lihat Kampus Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang
Menu
Profil
Riwayat